Aku seusia 17 tahun masih belum memiliki mimpi. Aku merasa semua impian tidak ada, semua impian hanya milik orang kaya. Mimpi hanya bisa terwujud bagi para pemilik harta, bagiku terasa sia-sia dan hidup hampa. Seseorang sempat berkata "Jika di Usia 15 tahun belum memiliki mimpi, maka hidupnya tak akan memiliki arah". Aku semakin khawatir pada saat itu. Apakah keluarga miskin sepertiku hanya akan meneruskan gen dari keluarga miskin??!!? Saat itu aku mulai bertanya pada diriku. Disaat teman-temanku menjuari berbagai lomba, sementara aku hanya memiliki rengking 3 di kelas yang tidak ada dan bisa ku banggakan. Apa bakatku ini ya Rabb.. saat itu, aku hanya memiliki rassa senang saat belajar matematika.Apakah aku memang berbakat dalam hitungan? aku memberanikan diri untuk mengikuti lomba matematika.Ada olimpiade matematika tingkat kabupaten, aku mengikuti seleksinya. Aku dibimbing dengan waktu yang tidak banyak,sementara saingan begitu keras untuk ku taklukan. usaha dan do'a yang aku andalkan.
Aku kalah dalam medan, dan merasa semuanya salahku. Aku terlalu bodoh dalam hitungan, hitunganku begitu lambat, logikaku tidak jalan dengan baik, mimpiku telah tiada karena kebodohanku.
Aku lupa, ternyata jalan itu tidak selamanya lurus. Aku tersadar, dalam membangun mimpi, selalu ada lika-liku kehidupan yang menjadi sebuah tantangan hidup.
Terkadang ada rasa sepi yang membeku, membuat kita terlalu lama terpaku dalam kebekuan pemikiran yang mengganggu. Ada rintangan dalam meraih sebuah mimpi. Ada tangga yang harus kita lewati selangkah demi selangkah. ada tahap dimana kita merintis dari bawah untuk mendapatkan tingkatan tertinggi dari sebuah anak tangga yang kita lalui. Jalannya menanjak, melambangkan semakin tinggi suatu mimpi, maka semakin sulit ujian yang kita hadapi. Sebuah proses yang harus kita lalui dengan penuh perjuangan, kesungguhan, dan tawakal jalan untuk keselamatan.
Tak selamanya jalan itu sulit. Disetiap kesulitan pasti ada kemudahan. Dalam prosesnya terkadang kita dilingkupi rasa bahagia yang sering kita lupakan. Kebahagiaan disaat masih ada orang-orang terdekat kita yang senantiasa ada untuk mendengarkan cerita kita. Kebahagian saat, keluarga mendukung penuh impian kita. Kebahagiaan disaat Allah senantiasa menolong, memberikan kenikmatan, dan keselamatan.
"AKU AKAN BERANI MERAIH IMPIAN"
Setinggi apapun, impian itu harus diraih. Agar impian bukanlah hanya sekedar mimpi, atau sebuah bunga tidur.Ayo Raihlah impian....


